Sajak Luang Luapan
Kematian Datang Secepat Angin Hari ini, nanti, kemudian hari umur kematian cepat melahap serupa api yang pulang tak lagi sempat pamit hidup perlahan makin terjepit
Filosofi Perjuangan
Merah putih melambai di cakrawala Terlihat gagah meski tertiup anila Ini pusaka, bukti kebebasan dan perdamaian Yang dijahit dari kepiluan jutaan air mata
Juli Tanpa Seri
Perihal Juli Biarkan aksara jadi wakil isi hati Tentang perih atau bahagia sejati
Gadis Kecil
Kutemui seorang gadis kecil Berada di bawah temaram lampu Terkungkung sendiri meratapi hidup Yang kian sunyi nan sepi
Pencipta Dalang Bencana?
Kicauan burung bersaut-saut Dahan-dahan padi saling bertaut Gelaran tanah tawaduk menyambut Jejak-jejak telapak kaki keriput
Perihal Puan dan Kesetaraan
Puan satu ini, berdikari menerabas batas patriarki Gugat dominasi, subordinasi, dan marjinalisasi Mendobrak pintu oligarki dengan orasi yang getarkan birokrasi
Makna Wanita
Mereka, yang disebut kaum hawa Pemilik paras indah dengan jiwa yang tenang Jiwa yang dapat melalui segala kepahitan
Hujan Senja Temaram
Ada yang menghentikan lamunan Aku tertegun melihat potretmu dalam dekapku Pikiranku melarut dalam cakrawala