By using our website, you agree to the use of our cookies.

Kategori: Sastra

Puisi

Diam 

Aku diam Aku linglung Aku tak tau dan akupun tak menger­ti   Mem­beku Bersama wak­tu yang selalu berlalu Ter­diam, di sudut dunia yang tak per­nah aku tahu Per­pec­a­han men­ja­di per­go­lakan Per­dama­ian men­ja­di pertem­pu­ran Aku ters­esat dalam hidup Ia, hidup Hidup…

Cerpen

Di Tengah Hujan Sore Hari 

Hujan dan kenan­gan memang kom­bi­nasi yang indah. Ked­u­anya, sama-sama bisa datang tan­pa harus diun­dang dan ser­ing tak kun­jung hadir mes­ki san­gat dihara­p­kan. Hari yang indah penuh keba­ha­giaan, bisa teti­ba men­ja­di duka. Seketi­ka. Tak per­lu alasan yang rumit. Hanya karena…

Cerpen

Mendongeng Jabang 

Janin-janin itu ter­lan­tar di antara jutaan anai. Mere­ka ter­lem­par dan ter­bang mengikut arah angin, sam­pai ke laut kem­bali ke darat dan memu­­tar-mutar. Dua dari mere­ka sal­ing tat­ap lalu terkekeh. Keter­lan­taran mere­ka adalah sebuah keba­ha­giaan besar dari sang Maha.…

Puisi

Mangkir 

Satu kesak­sian menung­gu dilayangkan 56 kur­si lipat tan­pa meja Berdiri di ten­gah seper­ti pesak­i­tan Siap diadili di muka para opziener Wajah kusut seper­ti sajak-sajak bumi­put­era Men­gan­tar ia duduk ter­tun­duk Seba­gaimana rasa bersalah yang jatuh lalu hilang Ruan­gan itu melayang-layang…

Cerpen

Penggerogot Tanah 

Namaku Apti Bur­ma! Lahir di sebidang tanah dunia! Aku melangkah di tanah basah. Basah oleh uang, bahan bakar kaum kap­i­tal­is kata ibuku. Udara pen­gap menye­limu­ti pagi sam­pai malam. Usai bel pulang melengk­ing di seko­lah dasar tem­patku men­co­ba pin­tar, beberapa…

Puisi

Teriakan diri 

Apa yang kau tau Apa yang kau menger­ti Per­la­han kau menghu­jamkan pisau itu padaku Sak­it Tapi, apa dayaku Diam Den­gan seribu bahasa berke­ca­muk dalam piki­ran Mem­bawa beribu-ribu per­tanyaan yang belum sem­pat ter­jawab Berlari kesana kemari Men­cari arah tujuan yang…

Puisi

Temaramnya Perbatasan 

Sang surya mulai hanyut dalam pangkuan ibu per­ti­wi Segalanya men­ja­di temaram, dalam angan-angan insan yang merindu bela­ian kasih Piki­ran mulai berke­ca­muk akan masa depan penerus bangsa Akan terus seper­ti inikah gubuk temaram per­batasan?   Temaram­nya bilik kayu perangkai mimpi…

Puisi

Kematian 

Wak­tu menung­gu akan berakhir Sun­yi dan mati Seti­ap manu­sia yang berakhir bersama wak­tu Yang selalu berlalu oleh wak­tu Sejarah yang men­ja­di sak­si semua itu Kadang hilang ter­makan Kadang tak terlu­pakan Kema­t­ian yang selalu menung­gu Dan akhirnya mening­galkan sesu­atu Yang terke­nang akan…