Ariman (3)
Malam ini aku menakuti wanita yang berjalan seorang diri. Kemudian aku menangkap beberapa pemuda yang mabuk. Wujudku ̶ Ariman ̶ memberi kekuatan yang membuatku sebagai manusia super atau sebaliknya, monster. Malam ini aku mengawasi Romafi. Kudengar dia orang…
Ariman (2)
Romafi mengangkat ponsel dan tercenung. Di seberang, Profesor Wiratma melambai sembari berlari padanya. Lampu jalan berkelip aneh ketika dia melaluinya. Romafi memikirkan apa yang telah Profesor lakukan. Orang itu memanggilnya sebelum matahari bergemerisik keluar. Kemudian Romafi menutup ponsel dan…
Kisah Horor di Kampus
Pohon-pohon tinggi yang ia tak tau namanya itu selalu membuatnya merinding, terutama saat menjelang petang –orang romantis menyebutnya senja. Sebab ia rasakan waktu tak lagi maju, waktu stagnan seolah akan menusuk siapa saja dengan dingin dan kengerian. Angin…
Mimpi dari Tidur
Di kota tak bertuan ini segalanya bisa terjadi. Tak ada yang bakal mengatur kau buang kentut dimanapun dan semua tempat adalah Smoking Area. Tapi belakangan hal-hal berjalan sangat teratur; orang-orang tertib antre, buang sampah pada tempatnya dari sumbangan…
Ariman
Udara mencekik kerongkongannya. Tempat persembunyian gadis itu seperti neraka. “Brengsek!” umpat Profesor. Tabung reaksi meletupkan gelembung jingga dan menyibakkan aroma busuk. Lalu lelaki itu menggantinya dengan tabung reaksi yang lain. Ania mengamati dengan gugup. Celah lemari memperlihatkan bagaimana…
Dia.Lo.Gue
Dialog tanpa prolog Dialog murahan diobral dijalanan Terapung, menapung segala kesedihan Kesedihan semu, menipu Menilai tanpa mengerti Lantang namun sumbang Tak berirama tak berima Sajak berserak Komentar tapi tidak sadar Mencela tapi tidak berkaca Rusak yang berserak Sungguhan ?…
Travesti, Atas Nama Nilai
Bilik ruang pengap kau tempati sebagai penyangsi atas ketidakberdayaan jasad Memangku pra-anggapan manusia Meringkuk mencari moksa diri dari kungkung budaya atas sebatang nilai bernama moral Dalam cepak sang waktu kau dan aku menjanji ketakberhinggaan kebahagiaan, kedukaan kecukupan Mengecap diri…
Sang Revolusioner
Kartini sang revolusioner Hasratnya membasmi diskriminasi wanita Istana patriarki berkuasa atas segalanya Di manakah hak-hak wanita Indonesia
Lari dari ‘Bajing’
“Aku sangat membenci kebongan dan kepura-puraan, kau tau?” ucap Apta kepada lelaki di depannya. Lelaki itu tak jadi menempelkan bibirnya ke pinggiran cangkir. Diletakkan cangkir itu. Suara benturan dengan alasnya tenggelam dalam geram. Kopi hitam tumpah sedikit. “Apa…