By using our website, you agree to the use of our cookies.

Kategori: Sastra

Cerpen

Lokacipta Batik dalam Temaram 

Seo­lah malu-malu, cahaya sandikala mulai nam­pak  menyem­bulkan diri pada sela-sela bilik bam­bu yang sedik­it usang. Cahaya terse­but secara samar mem­ben­tuk siluet tubuh seo­rang gadis yang ten­gah  duduk dan men­ce­pol kasar ram­but pan­jangnya yang terg­erai bebas. Ia ter­li­hat tengah…

Puisi

Asa dan Juang Pesawah 

Ren­jana dan asa merekah di bumi desa Berse­limut kabut yang ter­sipu malu Berge­layut di ambang-ambang sawah nan per­mai Menyi­ratkan ker­aguan dari hara­pan akan kepastian

Cerpen

Impian Kincir Angin 

Ini­lah aku, Fanan.  Boc­ah istime­wa yang diberkahi Tuhan den­gan ibu sabar dan penyayang. Aku meng­habiskan banyak wak­tu bersamanya. Mulai dari mem­bu­atkan sara­pan, men­gan­tar ke seko­lah, men­ge­lap noda di pipiku, dan banyak hal lain.

Puisi

Hilang 

Teduh di bawah rim­bun­nya pohon Kokoh berderet dan berdiri tegar Men­ga­hasilkan udara segar Sejuk angin men­er­pa kehidupan

Puisi

Pewarta; Lubang dan Kutu 

Ada yang mengabarkan pada ku semalam; Hujan bulan Juni tak lebih deras dari­pa­da penghu­jung Desem­ber Tak seper­ti romansa ceri­ta Tur­ki dan seo­rang Sufi; Satu lubang tam­bang adalah warisan Dan lubang tam­bang tak lebih baik dari seekor kutu Firaun

Puisi

Gamang 

Bukan rekaan tapi nya­ta adanyaPemimpin bun­tung tapi masih dis­e­limu­ti kehor­matanTetapi bukankah lebih baik dari negeri seberang?Seti­daknya para pemimpin bun­tung menum­balkan tan­gan meneb­us salah